Selasa, 31 Januari 2017


Assalamu'alaikum Warahmatullah..
Sahabat, saya ingin berbagi sedikit ilmu parenting, yaitu tentang bagaimana cara kita memperkenalkan Tuhan kepada mujahid-mujahid kecil kita. Memperkenalkan Tuhan sejak dini akan memperkuat akidah si kecil, kelak ketika ia sudah menjadi dewasa dan mulai mengenal kehidupan dunia -dunia yang semakin gelap karena ulah para pembenci Allah dan RasulNya- ia bisa menjadi sesosok pembawa lentera yang menerangi kegelapan dengan berjuang menegakkan akidah islamiyah.


Kita mulai dari hal kecil ini, 'menjelaskan alasan anak-anak mengapa harus belajar mengaji'. Itu penting, karena mereka akan belajar bahasa yang digunakan Allah dalam berkomunikasi kepada kita. Kita kadang lupa mengatakan kepada anak-anak alasan mengapa mereka harus belajar mengaji. Kita hanya sibuk dengan sejauh mana kemampuan anak-anak kita dalam mengaji, memaksanya agar disiplin dengan jadwal belajar mengajinya. Padahal mereka harus mempunyai motivasi belajar mengaji dengan mengetahui tujuan dari kegiatan belajar mengajinya tersebut. Naah, tugas kitalah  yang memberi penjelasan/motivasi tersebut.


Hehe.. ini sedikit dialog yang mungkin bisa membuat sahabat memulai penjelasan kepada mujahid-mujahid kecil di rumah. Semoga bermanfaat..


Fahri    :         “Bibi, buat apa sih kita belajar mengaji?”
Bibi     :         “Mm.. begini sayang, Fahri tau Tuhan kita siapa?”
Fahri    :         “Allah kan.”
Bibi     :         “Kalau Rasul Allah, siapa?”
Fahri    :         “Mm.. Jibril?!”
Bibi     :         “Muhammad honey! Kalau Jibril itu malaikat.”
Fahri    :         “Oo iya.. lupa Bi. Muhammad shallallahhu ‘alihiwasallam.”
Bibi     :         “Iya, Nabi kita itu lahir dan tinggal di kota Mekkah, kota suci itu lho Fahri.. Tempat yang Nenek kunjungi kemarin waktu berhaji.”
Fahri    :         “Oo, jadi nenek ke sana kemarin itu, trus apa hubungannya dengan kita belajar mengaji, bi?”
Bibi     :         “Begini Fahri, bahasa kita tidak sama dengan bahasa Nabi yang tinggal di Mekkah sana.. jadi, waktu Allah berbicara dengan Nabi, Allah menggunakan bahasa yang Nabi kita mengerti, yaitu bahasa Arab namanya.”
Fahri    :         “Oo, begitu bi.”
Bibi     :         “Iya, jadi kita belajar mengaji itu agar kita bisa berbahasa Arab. Sehingga kita sama seperti Nabi yang mengerti apa yang dikatakan Allah dalam al-Qur’an. Jadinya kita tau apa yang Allah perintahkan.”
Fahri    :         “Jadi al-Qur’an itu perkataan Allah, bi?”
Bibi     :         “Iya sayang, melalui Malaikat Jibril Allah menyampaikan perintahNya kepada Nabi kita menggunakan bahasa Arab. Ingat apa tugas Malaikat Jibril?”
Fahri    :         “Menyampaikan wahyu?”
Bibi     :         “Iya, wahyu itu adalah perkataan Tuhan kita. Perintah Allah seperti kita harus shalat.. shadaqah.. perempuan harus memakai kerudung.. berpuasa.. itu semua menggunakan bahasa Arab, yang tertulis di dalam al-Qur’an, semua perintah itu ada di dalam al-Qur’an. Makanya Fahri harus bisa berbahasa Arab dengan belajar mengaji, supaya bisa mengerti apa yang Allah perintahkan dan berusaha untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah.”
Fahri    :         “Oo, sekarang Fahri mengerti bi. Fahri kira, al-Qur’an itu hanya sekedar untuk dibaca agar Fahri dapat pahala dan masuk surga.”
Bibi     :         “Itu benar sayang, Allah itu memang akan memberikan kita pahala walaupun kita hanya membaca FirmanNya, tapi Allah akan lebih senang kalau Fahri mengerti apa yang Allah katakan dan melakukan apa yang Allah perintahkan. Kalau Fahri membuat Allah lebih senang, Dia akan lebih sayang sama Fahri. Kalau Allah sudah sayang, Fahri bisa masuk surga dan Allah bisa memberikan baaanyak hal untuk Fahri nantinya.”
Fahri    :         “Kalau begitu, sekarang Fahri akan lebih giat belajar mengaji, agar Allah tambah sayang sama Fahri. Kalau Allah sudah sayang, Allah bisa ngasih Fahri sepeda, kan!? Fahri pingen punya sepeda, Bi..”
Bibi     :         “Iya dong.. Allah kan Maha Kaya, sayang! Nanti Allah mungkin akan perintahkan Ayah atau Ibu Fahri untuk beliin Fahri sepeda..”
Fahri    :         “Ok! Sekarang, Fahri mau pergi belajar mengaji dulu bi. Assalamu’alaikum..”
Bibi     :         “Wa’alaikumussalam.. jangan ketukar lagi ya sebut nama Nabi kita, Muhammad itu nabi Allah kalau Jibril itu malaikat Allah.”
Fahri    :         “Ya bi.. Tadi Fahri cuma lupa aja kok.. Allah tuhan kita dan Nabi Muhammad adalah utusanNya.”

Hafshah Myosotis Sylvatica . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates