Mengapa Kita Harus Belajar Mengaji? __ Kenalkan Si Kecil dengan Tuhannya
Assalamu'alaikum Warahmatullah..
Sahabat, saya ingin berbagi sedikit ilmu parenting, yaitu tentang bagaimana cara kita memperkenalkan Tuhan kepada mujahid-mujahid kecil kita. Memperkenalkan Tuhan sejak dini akan memperkuat akidah si kecil, kelak ketika ia sudah menjadi dewasa dan mulai mengenal kehidupan dunia -dunia yang semakin gelap karena ulah para pembenci Allah dan RasulNya- ia bisa menjadi sesosok pembawa lentera yang menerangi kegelapan dengan berjuang menegakkan akidah islamiyah.
Kita mulai dari hal kecil ini, 'menjelaskan alasan anak-anak mengapa harus belajar mengaji'. Itu penting, karena mereka akan belajar bahasa yang digunakan Allah dalam berkomunikasi kepada kita. Kita kadang lupa mengatakan kepada anak-anak alasan mengapa mereka harus belajar mengaji. Kita hanya sibuk dengan sejauh mana kemampuan anak-anak kita dalam mengaji, memaksanya agar disiplin dengan jadwal belajar mengajinya. Padahal mereka harus mempunyai motivasi belajar mengaji dengan mengetahui tujuan dari kegiatan belajar mengajinya tersebut. Naah, tugas kitalah yang memberi penjelasan/motivasi tersebut.
Hehe.. ini sedikit dialog yang mungkin bisa membuat sahabat memulai penjelasan kepada mujahid-mujahid kecil di rumah. Semoga bermanfaat..
Fahri : “Bibi, buat apa sih kita belajar mengaji?”
Bibi : “Mm.. begini sayang, Fahri tau Tuhan
kita siapa?”
Fahri : “Allah kan.”
Bibi : “Kalau Rasul Allah, siapa?”
Fahri : “Mm.. Jibril?!”
Bibi : “Muhammad honey! Kalau Jibril itu
malaikat.”
Fahri : “Oo iya.. lupa Bi. Muhammad
shallallahhu ‘alihiwasallam.”
Bibi : “Iya, Nabi kita itu lahir dan tinggal
di kota Mekkah, kota suci itu lho Fahri.. Tempat yang Nenek kunjungi kemarin
waktu berhaji.”
Fahri : “Oo, jadi nenek ke sana kemarin itu,
trus apa hubungannya dengan kita belajar mengaji, bi?”
Bibi : “Begini Fahri, bahasa kita tidak sama
dengan bahasa Nabi yang tinggal di Mekkah sana.. jadi, waktu Allah berbicara
dengan Nabi, Allah menggunakan bahasa yang Nabi kita mengerti, yaitu bahasa
Arab namanya.”
Fahri : “Oo, begitu bi.”
Bibi : “Iya, jadi kita belajar mengaji itu
agar kita bisa berbahasa Arab. Sehingga kita sama seperti Nabi yang mengerti
apa yang dikatakan Allah dalam al-Qur’an. Jadinya kita tau apa yang Allah
perintahkan.”
Fahri : “Jadi al-Qur’an itu perkataan Allah, bi?”
Bibi : “Iya sayang, melalui Malaikat Jibril
Allah menyampaikan perintahNya kepada Nabi kita menggunakan bahasa Arab. Ingat apa
tugas Malaikat Jibril?”
Fahri : “Menyampaikan wahyu?”
Bibi : “Iya, wahyu itu adalah perkataan Tuhan
kita. Perintah Allah seperti kita harus shalat.. shadaqah.. perempuan harus
memakai kerudung.. berpuasa.. itu semua menggunakan bahasa Arab, yang tertulis
di dalam al-Qur’an, semua perintah itu ada di dalam al-Qur’an. Makanya Fahri
harus bisa berbahasa Arab dengan belajar mengaji, supaya bisa mengerti apa yang
Allah perintahkan dan berusaha untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh
Allah.”
Fahri : “Oo, sekarang Fahri mengerti bi. Fahri kira,
al-Qur’an itu hanya sekedar untuk dibaca agar Fahri dapat pahala dan masuk
surga.”
Bibi : “Itu benar sayang, Allah itu memang
akan memberikan kita pahala walaupun kita hanya membaca FirmanNya, tapi Allah
akan lebih senang kalau Fahri mengerti apa yang Allah katakan dan melakukan apa
yang Allah perintahkan. Kalau Fahri membuat Allah lebih senang, Dia akan lebih
sayang sama Fahri. Kalau Allah sudah sayang, Fahri bisa masuk surga dan Allah
bisa memberikan baaanyak hal untuk Fahri nantinya.”
Fahri : “Kalau begitu, sekarang Fahri akan
lebih giat belajar mengaji, agar Allah tambah sayang sama Fahri. Kalau Allah
sudah sayang, Allah bisa ngasih Fahri sepeda, kan!? Fahri pingen punya sepeda,
Bi..”
Bibi : “Iya dong.. Allah kan Maha Kaya,
sayang! Nanti Allah mungkin akan perintahkan Ayah atau Ibu Fahri untuk beliin
Fahri sepeda..”
Fahri : “Ok! Sekarang, Fahri mau pergi belajar
mengaji dulu bi. Assalamu’alaikum..”
Bibi : “Wa’alaikumussalam.. jangan ketukar
lagi ya sebut nama Nabi kita, Muhammad itu nabi Allah kalau Jibril itu malaikat
Allah.”
Fahri : “Ya bi.. Tadi Fahri cuma lupa aja kok.. Allah tuhan kita dan Nabi
Muhammad adalah utusanNya.”

